Renungan Pagi – Sabtu, 05 Mei 2018

Wartakan Tuhan yang Hidup dan Tuhan yang Bekerja (2 Raja-Raja 4:42-43) “Tetapi pelayannya itu berkata: “Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?…” (ayat 43) “Ku mau seperti-Mu Yesus” adalah penggalan lirik lagu.  Lirik ini menyingkapkan kerinduan terdalam dari setiap orang Kristen untuk mau menjadi seperti Yesus.  Mau menjadi seperti Yesus berarti mewartakan dan…

Renungan Malam – Jumat, 04 Mei 2018

Tuhan Belum Mati (2 Raja-Raja 4:38-41) “Tetapi berkatalah Elisa: “Ambillah tepung!” Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali…” (ayat 41) Teologi Dog (Death of God, Kematian Tuhan) sempat populer beberapa dekade yang lalu.  Bahkan, sebelumnya, Friedrich Nietszche (baca: Nitche) telah memproklamasikan bahwa Tuhan sudah mati.  Sejarah mencatat proklamasi ala Nietszche tersebut semakin ditegaskan oleh peristiwa Sho’ah, atau Holocaust di mana…

Renungan Malam – Kamis, 03 Mei 2018

Rencana Tuhan: Bersandar Kepada-Nya Saja! (2 Raja-Raja 4:8-24) “Kemudian berkatalah Elisa: “Apakah yang dapat kuperbuat baginya?”…” (ayat 14) Elisa memulai perjalanannya sebagai nabi dengan hal-hal sulit.  Perhatikan 2:19, 2:23, 4:14 dan 4:20.  Setiap hal yang tidak mudah itu dihadapi oleh nabi Elisa dengan bersandar di kebaikan Tuhan saja.  Elisa tahu bahwa kuasa Tuhan bersamanya –…

Renungan Pagi – Kamis, 03 Mei 2018

Rencana Tuhan: Di Saat Terbelit Hutang, Tetap Ada Jalan Keluar! (2 Raja-Raja 4:1-7) “Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, …” (ayat 1) Terlibat hutang adalah praktek umum.  Setiap orang yang butuh uang secara cepat cenderung untuk mengambil jalan pintas, yaitu: praktek berhutang.  Jalan ini berbahaya sebab fenomena penjualan manusia (human trafficking)…

Renungan Malam – Rabu, 02 Mei 2018

Melihat Rancangan Tuhan dan Tindakan Kita di Dalamnya (Rut 4:13-17) “Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, …” (ayat 17) Melihat renungan beberapa hari terakhir tentang Kitab Rut telah membawa kita untuk menyimpulkan bahwa Kitab Rut memberi kesaksian tentang suatu kenestapaan yang dapat berakhir dengan kesukacitaan.  Tidak salah.  Tetapi, ingat, hal itu terjadi karena…

Renungan Pagi – Rabu, 02 Mei 2018

Melalui Hikmat, Tuhan Menebus (Rut 4:7-12) “Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: …” (ayat 7) Pernah membaca iklan penjualan barang (misalnya, sembako) yang berbungi: “tebus, Rp. 15,000,-“  Dua hal yang perlu diperhatikan: 1) istilah tebus digunakan untuk menjelaskan praktek membeli barang itu; dan 2) penebusan dilekatkan dengan uang.  Terlepas dari cocok…

Renungan Malam – Selasa, 01 Mei 2018

Berbudaya Itu Berhikmat dan Tidak Membinasakan (Rut 4:1-6) “…baik juga hal itu kusampaikan kepadamu” (ayat 4) Sangat banyak praktek budaya di kehidupan ini.  Salah satunya adalah budaya “levirate marriage” dari masyarakat Yahudi.  Praktek ini bisa dilihat di Kitab Ulangan 25:5-10 dan Kejadian 38:8.  Solomon Schechter dan Joseph Jacobs berkata bahwa Rut 4:1-12 tidak persis tentang pernikahan levirat sebab…

Renungan Pagi – Selasa, 01 Mei 2018

Kebaikan adalah Karakter yang tidak Kenal Musim (Rut 3:14-18) “Setelah perempuan itu sampai kepada mertuanya, berkatalah mertuanya itu: “Bagaimana anakku?” (ayat 16) Kontroversi tentang kesan kegiatan seksual yang dilakukan oleh Boas terhadap Rut telah direnungkan kemarin.  Kini, perikop saat ini mengajak kita untuk merenungkan bahwa orang baik itu karakter baiknya tidak akan bersifat sewaktu-waktu atau…