Susunan Pengurus PELKAT Gerakan Pemuda ( PELKAT GP )
GPIB Jemaat ” MANGNGAMASEANG ” Makassar
Periode, 2017 – 2020 :
Jabatan Pelkat GP
Ketua Phendy Agussetiawan Mulianto
Wakil Ketua Gerald Christian Konda
Sekretaris Pretty Cahya Novia Atmaja
Wakil Sekretaris Putri Permatasari Jacobus
Bendahara Stella Nova Marcelina Amaheka
Bidang I : Avraham Loudewijk Nusa (Germasa)
  Lidya Beate Linggar (Teologi)
  Raffles Jeff Hukum (Teologi)
  Jhon Glenn George Amaheka (Germasa)
  Natasya Fiona Maruanaya (Pelkes)
  Novaldi Suhendra Makahekung (Pelkes)
  Joni Leppa (Germasa)
Bidang II : Stevanno Vialli Tuwanakotta (Inforkom)
  Meilva Wulanda Komuna (PPSDI)
  Kezia Eibel Sirait (Inforkom)
  Gloria Yanita Sitorus (PEG)
  Puput Prisckila Parihala (PPSDI)
  Natasya Christine Kalengkongan (PEG)
Di awal berdirinya GPIB, 31 Oktober 1948, pada jemaat-jemaat perkotaan sudah ada organisasi-organisasi kaum muda seperti : Persatuan Pemuda Kristen (PPK) Medan, Angkatan Muda Kristen (AMK) Bandung, Angkatan Muda Protestan (AMP) Jakarta, Persatuan Pemuda Protestan (PPP) Surabaya, Persatuan Pemuda Jogjakarta (PPJ), dll. Semua perkumpulan tersebut berada di luar gereja dan berdiri sendiri-sendiri.

Baru pada tanggal 13-17 Juli 1950 diadakan konferensi i pemuda GPIB di Surabaya yang menghasilkan Komisi Pemuda Sinode dan masukan bahan bagi Persidangan Sinode dalam hal peleburan jemaat yang berbahasa Belanda dan Indonesia menjadi berbahasa Indonesia saja.

Tanggal 15 Juli 1950 dipakai sebagai tanggal lahirnya Gerakan Pemuda karena adanya kesepakatan membentuk wadah kebersamaan pemuda GPIB.

Penetapan nama Gerakan Pemuda sendiri baru dilakukan pada konferensi di pendopo GPIB Effatha Jakarta tanggal 22-26 Oktober 1957 yang juga menghasilkan Dewan Pemuda yang pertama.

Pada masa awal-awal berdirinya, tugas Gp meliputi pelayanan pemuda dan koordinasi antar perkumpulan, pelayanan Sekolah Minggu, dan wadah kaderisasi guna mengambil alih kepemimpinan gereja maupun masyarakat.

Dalam kenyataan saat ini keberadaan pemuda gereja boleh dikatakan berada pada suatu masa peralihan di mana akan muncul berbagai perubahan baik yang diakibatkan pengaruh pola pikir dan tindakan dari dalam diri sendiri, maupun pengaruh proses perubahan yang terjadi di tengah sosialisasi dan komunikasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang sangat majemuk (ras, agama, suku dan antar golongan) dan kompleks. selain itu juga ada pengaruh globalisasi di segala bidang yang sedang melanda dewasa ini.

Hendaknya dipahami bahwa BPK GP adalah wadah pembinaan pemuda-pemudi GPIB untuk dipersiapkan mengambil peran di tengah-tengah pelayanan gereja dan masyarakat di mana ia dihadirkan. Peran itu diwujudnyatakan dalam pelayanan di PA dan PT, berbagai kepanitian dan komisi, kantoria, prokantor, melakukan kunjungan pastoral, sebagai motivator, komunikator, serta informator dengan melibatkan seluruh warga gereja sesuai profesinya, melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan (bimbingan test, membantu orang mudik, memberikan latihan baca di kolong jembatan, membela kaum lemah dan papa dll), kreatif dan inovatif dalam mengembangkan berbagai bentuk pelayanan.