SOSIALISASI MEKANISME PENGATURAN IBADAH HARI MINGGU dimasa pandemi covid-19

Berdasarkan arahan langsung dari Tim Gugus Covid-19/Satgas Covid-19 tentang Pelaksanaan Ibadah dalam Gedung Gereja melalui Ketua II PHMJ GPIB Jemaat Mangngamaseang Makassar dan ditindak lanjuti dalam Rapat PHMJ tanggal 26 November 2020, maka mulai Ibadah Hari Minggu tanggal 6 Desember 2020 akan dilaksanakan Ibadah dalam Gedung Gereja pada Pukul. 09.00 Wita (Live Streaming) dan 16.30 Wita (Biasa).

Dalam pelaksanaan ibadah ini dilakukan mengacu mekanisme Protokol Kesehatan yang dianjurkan Pemerintah dan Majelis Sinode GPIB.

Mulai tanggal 24 Desember 2020 ibadah akan melibatkan warga jemaat dengan pembatasan kehadiran 50 (lima puluh) orang disetiap jam ibadah (bergilir persektor) selama masa pandemi. Adapun pengaturannya sebagai berikut :

Adapun pengaturannya sebagai berikut :

1. Warga Jemaat yang akan mengikuti ibadah berusia Maximum 60 tahun (kecuali Presbiter bertugas), bukan anak-anak usia PA-PT, bukan Ibu hamil/menyusui, tidak memiliki penyakit bawaan dan beresiko tinggi.

2. Kehadiran diatur secara bergilir dan mendaftar di masing-masing Koordinator sektor.

3. Jumlah kapasitas/kuota kehadiran dalam gedung maximum 50 orang (sudah termasuk Majelis Liturgis, PF, Kantoria/Organis dan Tim Multimedia).

4. Ketika tiba di kompleks Gereja (halaman Gereja) sudah memakai Masker dari rumah dan dalam kondisi tubuh yang sehat.

5.Parkir kendaraan di tempat yang telah tersedia.

6. Menuju tempat cuci tangan dan mencuci tangan.

7. Mengukur suhu badan, jika suhu 37,5 °C menunggu 5 menit untuk diukur yang kedua kalinya. Jika suhu badan masih  37,5 °C maka akan dianjurkan untuk mengikuti Ibadah dirumah secara daring (tidak diperkenankan ikut Ibadah dalam gedung gereja).

8. Mengisi daftar hadir dan menuliskan suhu badan pada daftar hadir.

9. Mengambil kartu nomor tempat duduk dan menuju tempat duduk sesuai nomor yang tertera pada kartu.

10. Saat beribadah tidak meninggalkan tempat duduk kecuali hal yang dianggap penting dan tidak dapat ditunda.

11. Selama berada dalam kompleks gereja/dalam gedung gereja tidak melepaskan Masker dan melakukan kontak fisik (berjabat tangan).

12.  Saat membawa persembahan ke kotak yang telah tersedia, tetap menjaga jarak.

13. Ketika Ibadah selesai, agar segera meninggalkan ruangan dalam gereja melalui pintu yang ada disamping kiri dan kanan gedung gereja (bagi jemaat yang duduk disamping kiri keluar melalui pintu samping kiri gedung gereja dan bagi jemaat yang duduk disamping kanan keluar melalui pintu samping kanan gedung gereja).

14. Ketika sudah berada diluar gedung gereja langsung pulang kerumah masing-masing dan menghindari kerumunan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *