JANGAN EGOIS

“supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu dan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (ayat 23-24).

 Efesus 4:17-24
Minggu IV Sesudah Epifania
Rabu, 31 Januari 2018
Renungan Pagi

Hedonisme, adalah pandangan hidup yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama dalam hidup. Dengan pola pikir seperti ini cara apa pun ditempuh orang guna meraih kesenangan dan kenikmatan hidup dan kurang atau malah tidak berpikir soal risiko atau akibat apa pun. Dalam bahasa rasul Paulus dikatakan, itulah ciri orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia, jauh dari persekutuan hidup dengan Allah, bodoh, degil, perasaannya tumpul dan menyerahkan diri pada hawa nafsu duniawi, serakah dan cemar (ayat 17-19). Tetapi kamu bukan demikian! Artinya rasul Paulus mau menegaskan bahwa orang Kristen tidak boleh berpikir hedonis seperti itu, alasannya: kamu telah belajar mengenal Kristus, telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran Yesus Kristus, berarti bukan kepada benda atau materi yang dipuja sebagai sumber kesenangan dan kenikmpatan, karena semua itu pada gilirannya hanya akan menemui kebinasaan oleh hawa nafsunya yang menyesatkan (ayat 22), tetapi hidup berpola kepada cinta kasih Kristus.

Apa maknanya bagi kita hari ini? Kita diingatkan akan bahaya egoisme yang tampak dalam pola hidup hedonisme yang tidak hanya menggoda dan merayu serta menjerat kita untuk meraih kesenangan dan kenikmatan duniawi seperti percabulan dan perzinahan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan (lihat Kolose 3:5) dalam kehidupan kita sekarang ini, itu juga berarti konsumtif dalam membelanjakan uang untuk benda-benda yang tidak kita guankan, judi, mabuk-mabukan, penggunaan narkoba, korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebaliknya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Artinya kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Yakinkah saudara pada kuasa Yesus yang pasti merubah sikap saudara? Tuhan kiranya menguatkan dan menolong saudara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *