Minggu, 17 Desember 2017 – Renungan Pagi

“ALLAH HAKIM YANG ADIL”

Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan,… (ay.4a)

Yesaya 11 : 1-5
HARI MINGGU ADVEN III
MINGGU, 17 DESEMBER 2017
RENUNGAN PAGI
KJ.260 : 1-Berdoa

Seorang Novelis Rusia dan peraih Nobel Sastra 1970 (Alexander Solzhenitsyn) mengatakan, “Keadilan adalah soal hati nurani untuk semua umat manusia. Siapa yang mengenali dengan jelas suara hati nuraninya, biasanya dia juga mengenali suara keadilan.” Sekalipun demikian, keadaan manusia untuk  mencapai hati nurani pada tingkat mewujudkan keadilan sering mendapat hambatan dari kekuatan pikiran dan kehendaknya yang apresiatif. ltulah sebabnya keadilan oleh hati nurani yang tidak bebas seperti ini bersifat terbatas dan sementara.

Keadilan TUHAN bukan bersumber dan bertolak dari hati nurani, melalnkan fakta sejarah (history of fact) dan fakta iman (history of faith) bahwa Allah datang menjumpai manusia untuk meneguhkan
keyakinan akan keselamatan yang ada dan datang dari Dia. Yesaya menjelaskan itu dengan sebuah janji kedatangan Pelepas yaitu “tunas dari tunggul lsai”. Pernyataan Roh TUHAN ada pada-Nya menubuatkan tentang yang datang dari tunggul lsai itu dipenuhi oleh Roh Allah, tetapi juga Dia adalah Allah sendiri yang penuh hikmat, pengertian, penasihat dan roh perkasa. Keberadaan-Nya melalui karya-layan dan seluruh hidup-Nya hanya berkisah tentang TUHAN yang penuh kasih dan rahmat. Kedaulatan menghakimi ada pada-Nya yang dilakukan secara objektif dan konsekuen tanpa campur tangan siapapun. Ia menyatakan keadilan dengan menopang yang lemah dan membebaskan yang tertindas. Pertimbangan menjatuhkan putusan yang adil hanya ada pada-Nya dan berisi berita hukuman bagi para pemberontak, tetapi pengharapan bagi yang setia pada-Nya. Hakim yang adil itu adalah Yesus, Juruselamat kita, tunas dari tunggul lsai.

Janganlah terlampau memikirkan kesalahan dan kegagalan masa lalu, karena itu hanya akan membuat kita tenggelam dalam kesedihan, penyesalan dan depresi. Lebih baik mengubah hidup sekarang ini menjadi lebih baik dari hari yang sudah berlalu, dan mau hidup bergantung pada Allah. Mengapa? Karena Allah sudah datang dalam dunia. la hakim yang dapat dipercayai menjamin memberi jalan keluar dari semua persoalan yang kita hadapi. Serahkan diri dan percayalah pada-Nya.

KJ.260 : 2
Doa : (Ya Tuhan beri kami kemampuan untuk menerima dan mengerti Engkau yang adalah Hakim yang adil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *