“PERSEMBAHAN YANG LAYAK”

HARI MINGGU ADVEN I
MINGGU, 3 DESEMBER 2017
Renungan Malam
GB.83 : 1 – Berdoa
Maleakhi 1:6-8

Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?”
Dengan cara menyangka: “Meja Tuhan boleh dihinakan!” (ay. 7).

Maaf, Tuhan menolak persembahan yang anda berikan! Itu pernyataan yang nabi Maleakhi sampaikan di hadapan seluruh orang Israel di Yerusalem. Tuhan menolaknya karena persembahan itu sudah cemar di hadapan Tuhan.

Ada persembahan yang berasal dari hasil melakukan kejahatan. Ada persembahan yang diberikan dengan asal-asalan sehingga kualitas binatang kurban yang dipersembahkan tidak diperhatikan. Parahnya para imam tidak memperbaiki keadaan itu, tapi justru menikmati suap dari pemberi persembahan demi meloloskan persembahan mereka ke dalam BaitAlIah. Bagi nabi Maleakhi, keadaan ini merupakan bentuk penghinaan terhadap Tuhan. Nabi Maleakhi mengingatkan agar orang Israel berhenti memberikan persembahan yang cemar dan mulai memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan.

Persoalan persembahan bagi Tuhan tentu tidak lepas dari pemahaman kita terhadap persembahan. Pemahaman kita itu yang membentuk alasan dan cara kita memberi persembahan bagi Tuhan. Saat bertugas di suatu Pos Pelkes di pedalaman

Kalimantan Barat, seorang pendeta bingung karena wargajemaat memilih ramai di depan sebuah warung sebelum ibadah Minggu dimulai. Ternyata di warung itu mereka menukarkan uang yang akan dimasukkan dalam kantong persembahan. Uang lima ribu atau sepuluh ribu dipecah jadi beberapa lembar uang seribu dan dua ribu. Tentu saja tidak semua uang itu akan masuk dalam kantong persembahan.

lsu lain yang berkembang adalah: apakah gereja diperkenankan menerima persembahan uang dari hasil kejahatan atau
korupsi? Belum lagi perbedaan pandangan tentang teknis persembahan persepuluhan di antara kita. Semua ini tentu menjadi konteks baru bagi kita, tapi mari kita belajar dari nasihat nabi Maleakhi untuk membawa persembahan bagi Tuhan dengan motivasi dan cara yang benar.

GB.83 : 2
Doa : (Ya Tuhan, ajar aku untuk tetap setia mempersembahkan yang terbaik dari hidupku sebagai tanda syukur atas kasih-Mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *