Rabu, 8 November 2017 – Renungan Malam

HAMBAKU

Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hamba-Ku – demikianlah firman TUHAN – dan akan menjadikan engkau seperti cincin meterai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman TUHAN semesta alam. (ay.24)

Hagai 2 : 24
MINGGU XXII SES. PENTAKOSTA
RABU, 8 NOVEMBER 2017
RENUNGAN MALAM
GB.312a : 1- Berdoa

Kata hamba dalam Alkitab berarti seseorang yang bekerja untuk keperluan orang lain; pekerja milik tuannya. Di luar Alkitab berarti budak, hamba yang melayani raja; bawahan dalam politik; keterangan tentang diri sendiri yang menunjukkan kerendahan hati. Dalam hidup keagamaan Israel dipakai untuk menunjukkan kerendahan seseorang dihadapan Allah. Jadi hamba Tuhan berarti orang yang menjadi milik Allah, berbakti dan melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya sebagai panggilan hidupnya serta mengabaikan kepentingan sendiri.

Hagai mempunyai kabar penting bagi Zerubabel, bupati Yehuda. Kabar penting dari Tuhan itu tampaknya tidak berkaitan dengan jabatan publik yang dipegangnya, melainkan lebih pada dirinya sebagai pribadi (baca ay.24). Di Perjanjian Lama sebutan “hamba-Ku” sering digunakan sebagai “istilah kemesiasan” yang merujuk pada Yesus Kristus sebagai Mesias (bdk. Mat.1:12; Luk.3:27). Sedangkan “cincin materai”(stempel pribadi berbentuk cincin) dari raja-raja zaman dahulu, menyatakan kehormatan dan kemuliaan yang selalu terpasang di jari agar sewaktu-waktu siap digunakan untuk mencap atau mensahkan perintah raja, sehingga perintah itu menjadi sebuah keputusan yang mengikat dan harus dijalankan. Cincin ini juga menjadi tanda orang yang telah dipilih Tuhan sebagai hamba-Nya. Zerubabel menempati posisi sebagai “cincin meterai” menggantikan kakeknya, Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda terakhir_ yang jahat dalam pandangan Allah (baca Yer.22:24 dan 52:31).

Malam ini mari renungkan, sudahkah kita hidup sebagai hamba yang setia ? Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diperkenankan Tuhan sebagai panggilan hidup, dengan mengabaikan kepentingan kita. Selamat beristirahat dalam perlindungan-Nya.

GB.312a : 2
Doa : (Jadikan kami hamba setia-Mu Tuhan, yang bekerja dan malaksanakannya sesuai dengan kehendak-Mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *