MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA
Renungan Malam
JUMAT, 3 NOVEMBER 2017
GB.340 : 1-Berdoa
LEPASKAN IKATAN RATAP MASA LALU
Lukas 13: 15 – 17

Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh iblis,
harus dllepaskan dari ikatannya itu, karena la adalah keturunan Abraham 7″ (ay.16)

Hari Sabat bagi orang Yahudi adalah Hari Peristirahatan dan
tidak boleh ada kegiatan apapun selain kegiatan yang berkaitan
dengan ibadah. Hukum Taurat keempat, “lngat dan kuduskanlah
hari Sabat.” (Kel. 20:8-11), menegaskan bahwa segala kegiatan
rutin bekerja dan mencari nafkah selama enam hari lamanya,
maka manusia harus berhenti pada hari ke tujuh; istirahat seba-
gaimana Allah melakukannya (bd.Kej.2:2-3). Orang Yahudi
memahaminya dengan tidak melakukan apapun pada hari Sabat
kecuali ibadah.

Ketika Tuhan Yesus melakukan tindakan penyembuhan bagi
seorang perempuan dirasuk roh, sakit, bungkuk (ay.12,13) pada
hari Sabat, maka terjadi reaksi keras atas tindakan itu. Kepala
rumah ibadat mencela tindakan Tuhan Yesus tersebut dan
menyarankan agar lebih baik orang sakit datang pada hari-hari
lain selain hari Sabat untuk penyembuhan (ay.14). Reaksi keras
kepala rumah ibadat ini dipertanyakan oleh Tuhan Yesus dengan
kegiatan, yang justru sering dilakukan di hari Sabat, setiap orang
melepaskan lembu atau keledainya dari kandang dan membawa-
nya ke tempat minuman (ay.15). lni melanggar hukum Taurat
(bd.Kel.20:10). Dengan menegur demikian Tuhan Yesus me-
ngingatkan bahwa jangan MUNAFIK (ay.15).

Pekerjaan yang paling utama adalah pelayanan yang bersifat
nyata bukan hanya usul, saran, teori, kritik. Bukan hanya ran-
cangan-rancangan, rencana, dan berkisar pada ruangan kantor
gereja, tembok-tembok gereja saja. Pelayanan utama adalah
memulihkan yang sakit, menyegarkan jiwa yang haus akan
Firman Tuhan, yang dapat dirasakan langsung oleh warga gereja
(ay.16). Tidak terikat dengan beban masa lalu dan selalu
memandang masa lalu yang kelam dan meratapinya. Masa depan
adalah masa yang dipulihkan. Tuhan Yesus bersabda, “..harus
dilepaskan dari ikatannya itu…”

GB.340 : 2,3
Doa : (Tuhan Iepaskan kami dari ikatan-ikatan masa lampau kami yang masih kami ratapi dan bebaskanlah untuk menatap hari esok yang sudah dipulihkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *