Minggu, 27 Agustus 2017 – Renungan Pagi

“AJARAN DAN HAJARAN YANG MENGUBAHKAN”

…..kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.(ay. 7)

Yehezkiel 6 : 1-7
HARI MINGGU XII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 27 AGUSTUS 2017
RENUNGAN PAGI
KJ.149 : 1-Berdoa

Perikop ini adalah bagian dari pemberitaan tentang hukuman atas pemberontakan dan ketidaksetiaan umat lsrael (Yeh. 2:3). TUHAN marah atas penyembahan berhala yang mereka lakukan, bahkan di dalam Bait Allah (band.Yeh. 8:10, 14). TUHAN memutuskan memerangi umat-Nya melalui bangsa lain (band. Yeh.7). Kegeraman dan kejijikan-Nya terhadap penyembahan bangsa Israel di bukit-bukit penyembahan dan mezbah-mezbah (ay. 4-6) membuat TUHAN menghukum umat-Nya melalui bencana kelaparan (band Yeh. 4:13-17). Hal ini menegaskan bahwa TUHAN adalah Allah yang tidak pernah kompromi terhadap dosa.TUHAN Allah tidak pernah memberikan hukuman tanpa pemberitahuan dan peringatan, karena Dia Allah Yang Mahaadil dan Mahapengasih. Kehadiran-Nya yang agung dinyatakan-Nya melalui ajaran, peringatan, ketetapan dan perintah.

Para tua-tua, imam, nabi dan raja adalah orang-orang yang memiliki tugas khusus untuk menjaga ajaran dan ketetapan Tuhan. Yehezkiel sebagai nabi yang mendapat sebutan khusus sebagai Penjaga Israel. Ajaran dan hajaran bagi Israel dl perikop ini,bukan untuk menakut-nakuti Gereja, melainkan untuk mengingatkan orang percaya; bahwa di dalam Kristus kita tidak lagi menerima hukuman, melainkan keselamatan (band Ef. 2:4-5, Tit. 2:11). Karenanya, jangan memberi peluang bagi dosa dan mengulangi kesalahan yang disebut berhala.

Hormati Tuhan di atas segala sesuatu, bukan mengandalkan ilmu pengetahuan teknologi, ekonomi atau politik sebagai alat kekuatan dalam kehidupan. Mari membawa perubahan yang lebih baik, tidak lagi pengandalan diri dan egoisme. Meningkatkan moral dan menjaga persekutuan umat akan membangun kehidupan berbangsa.

Penebusan Kristus, panggilan dan pengutusan Gereja, selalu menjadi pengingat dan peringatan dalam sikap hidup kita, untuk hidup yang memberitakan anugerah dan kasih karunia Kristus. Bagaimana kita merespon kasih karunia Allah di dalam Kristus, melalui perubahan diri, hati dan perilaku hidup yang baik atau memberontak terhadap-Nya, tidak akan menghalangi Tuhan untuk menunjukkan kasih dan diri-Nya sebagai TUHAN, sang Alfa Omega.

KJ.149 : 3
Doa : (Kristus, terima kasih untuk waktu anugerah yang diberikan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *