Jumat, 25 Agustus 2017 – Renungan Malam

“TELAH REBAH ANAK DARA ISRAEL”

“Telah rebah, tidak akan bangkit-bangkit Iagi anak dara lsrael…. (ay.2)

Amos 5 : 1-3
MINGGU XI SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 25 AGUSTUS 2017
RENUNGAN MALAM
KJ.343 : 1-Berdoa

Amos menyampaikan kritik sosialnya terhadap Israel khususnya kepada “penguasa” dalam bentuk ratapan. Ratapan penyesalan dan perkabungan atas hukuman yang pastl akan menimpa Israel. Sedemikian pasti akan terjadi penghukuman itu, maka Amos dalam nubuatannya memberitakan keruntuhan Israel. Israel yang disebut sebagai “anak dara yang cantik dan kuat” ( bnd Yes 37:22; Yer 18:13), akan jatuh rebah terkapar diatas tanah miliknya sendiri. Tidak ada yang membangkitkannya.

Mengapa Israel dihukum? Israel dihukum karena para penguasa dengan isteri-isterinya, para pemimpin, konglomerat, hidup tidak adil. Karena itu rakyat menderita dan miskin. Kemakmuran hanya dinikmati oleh segelintir orang yang berkuasa dan kaya. Mengapa terjadi ketidakadilan sosial di Israel? Karena agama negara bukanlah agama yang benar. Ibadah Israel merupakan penyembahan berhala. Agama yang demikian tidak memiliki kekuatan untuk menghadirkan perubahan dan kesejahteraan, dan tidak akan menumbuhkan kehidupan yang benar, dan adil. Karena kondisi seperti ini, kehidupan Israel selalu berorientasi pada kepentingan diri sendiri. Hidup, tanpa memperhatikan orang lain, akan melahirkan tindakan-tindakan yang tidak adil.

Allah tidak berkenan dengan kehidupan yang tidak adil. Allah menghukum orang-orang yang hidup tidak adil. Karena ketidakadilan selalu membawa penderitaan bagi sesama. Allah tidak menghendaki umatnya menderita. Karena itu Allah memanggil kita supaya berlaku adil. ltulah panggilan hidup kristiani. Kita dihadirkan ditengah kehidupan kita masing-masing untuk menjadi Amos-Amos masa kini, menangis dan meratapi kehidupan yang tidak adil. Kita dipanggil untuk memerangi berbagai ketidakdilan yang marak ditengah kehidupan kita pada masa sekarang ini.

Karena itu jangan hanyut dalam kehidupan yang tidak adil karena kepentingan-kepentingan manusiawi. Jangan kompromlkan iman kita demi mewujudkan keinginan kita. lngat, kekuatan apapun yang kita andalkan, bila hidup tidak adil akan terkapar, rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi. Pada akhirnya ialah kehancuran kehidupan.

KJ.343 : 2
Doa : (Mampukan kami untuk hidup adil ditengah kehidupan ini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *