Selasa, 15 Agustus 2017 – Renungan Pagi

“KASIH Dl ATAS SEGALANYA”

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong… (ay.1)

 1 Korintus 13 : 1-3
MINGGU X SES. PENTAKOSTA
SELASA, 15 AGUSTUS 2017
RENUNGAN PAGI
GB.46 – Berdoa

Untuk pertama kalinya Paulus memakai istilah Gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Kita tentu masih ingat pepatah yang mengatakan …”seperti tong kosong yang nyaring bunyinya”, untuk mengatakan orang yang banyak bicara tetapi tidak ada isinya. Banyak kita berjumpa dengan pribadi-pribadi yang menunjukkan seolah-olah mereka tahu segala sesuatu, dan berbicara tentang segala sesuatu, padahal tidak ada isinya. Atau anda_masih ingat orang yang cuma bicara tetapi tidak berbuat apa-apa.

Paulus menggunakan kiasan tentang Gong dan Canang, untuk menjelaskan tentang, pentingnya seseorang mengatakan dan melakukan sesuatu dengan kekuatan kasih. Gong dan canang dipergunakan untuk menimbulkan bunyi, dan dengan bunyi-bunyian itu bagi para penyembah berhala, dapat menggapai para dewa. Suara yang dihasilkan oleh Gong dan canang akan sangat gaduh dan saling bertentangan, akibatnya tidak ada harmoni. Jemaat di Korintus, telah terperangkap dalam sikap yang saling berdebat dan mempersoalkan hal-hal yang seharusnya membawa kebaikan, tetapi justru menimbulkan keburukan. Mereka saling menuduh, mengabaikan dan mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain. Hal ini pada gilirannya akan menimbulkan suara kegaduhan dalam hidup berjemaat. Oleh sebab itu,

Paulus menasihatkan mereka, agar menempatkan kasih di atas segalanya. Semua suara yang ada dalam jemaat akan menjadi harmonis, jika dilandasi dengan kasih. Nada dasar yang.sama akan menghasilkan harmoni, ketika musik yang dimainkan berada pada dasar yang sama. Nada dasar itu adalah Kasih. Kita bisa melakukan apa saja yang menurut kita berguna, tetapi jika kita tidak landaskan pada kasih maka perbuatan tersebut akan berakhir sia-sia.

Hari ini mengawali kerja dan layan saudara, bukalah hati untuk Kasih Kristus berdiam dalam kita. Ketika Kasih itu berdiam dalam kita, maka yakinlah perkataan maupun perbuatan anda akan menjadi aliran dari Kasih Kristus.

GB.46
Doa : (Tuhan pakailah hidup khmi sebagai saluran kasih-Mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *