Rabu, 16 Agustus 2017 – Renungan Pagi

“KASIH NYATA DAN MENDEWASAKAN”

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu (ay.11)

1 Korintus 13 : 9-12
MINGGU X SES. PENTAKOSTA
RABU, 16 AGUSTUS 2017
RENUNGAN PAGI
GB.51 : 1-Berdoa

Berbicara tentang kasih jauh Iebih mudah daripada berkreasi dalam kasih. Tidakkah pernah terbayangkan bahwa, banyak orang di dunia ini memahami kasih secara berbeda. Kasih mereka telah berubah, di salahgunakan, dan merusak. Atas nama cinta, seseorang telah memanipulasi hidup sesamanya. Atas nama cinta kita menjual harga diri kita hanya untuk tidak mengalami penolakan. Sesungguhnya tidak semua orang memahami apa artinya cinta, apa artinya Kasih. Banyak orang berpikir, kasih adalah emosi yang tidak berwujud. Kasih hanya soal rasa, kalau hanya itu, kita salah. Kasih bukan hanya rasa, atau emosi. Alkitab mengajar kita tentang kasih dan memerintahkan kita untuk melakukannya.

Kasih selalu berbentuk. Ketika anda memeluk suami dan anak anda, menyediakan makanan bagi mereka, merawat ketika mereka sakit, anda memilih untuk membiarkan kasih anda mendapatkan bentuk yang nyata. Ketika kita tersenyum, membuat orang Iain tertawa, menuntun orang tua yang kita jumpai untuk dapat berjalan pada arah yang benar, kita memilih untuk menemukan bentuk dari kasih yang nyata. Kita memilih untuk mengasihi, dan itu bukan hanya soal kita merasakan, tetapi soal apa yang kita Iakukan. Kita tidak mungkin mengatakan kita mengasihi seseorang, tetapi kita memperlakukannya dengan tidak baik. Kata Kasih yang kita baca hari ini menunjuk pada Kasih dalam pengertian Agape, yaitu Kasih Allah.

Bertindak secara nyata untuk mengatakan tentang kasih, adalah cara kita menemukan apakah kita sudah menjadi orang Kristen yang dewasa dan memiliki spiritualitas yang baik. Jika kita ingin menguji kedewasaan kita, maka yang kita lakukan adalah menguji buah dari kasih yang kita miliki. Tanda dari kedewasaan dan spiritualitas seseorang, terlihat pada buah apa yang kita hasilkan. Buah dari Roh adalah tanda-tanda spiritualitas. Setidaknya ada 10 tanda kualitas dari Kasih Allah. Sudahkah kesepuluh tanda tersebut mendiami hati dan terlihat nyata dalam hidup kita ? ketika kita berhenti mengasihi, kita berhenti bertumbuh dalam kedewasaan, bahkan kita berhenti bertumbuh kearah Kristus.

GB.51 : 2,3
Doa : (Tuhan Yesus, tolong kami untuk terus bertumbuh dalam kasih yang nyata, agar kami tahu bahwa telah menjadi anqkmu yang dewasa dalam iman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *