Rabu, 16 Agustus 2017 – Renungan Malam

“KASIH KEKAL”

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (ay.13)

1 Korintus 13 : 13
MINGGU X SES. PENTAKOSTA
RABU, 16 AGUSTUS 2017
RENUNGAN MALAM
GB.52 : 1-Berdoa

Kabar buruk lebih cepat di terima daripada kabar baik. Kadang kabar baik tenggelam ditengah kehebohan tentang kabar baik. Di negeri ini, kita terbiasa menjadikan kabar buruk lebih mendapatkan perhatian daripada kabar baik. Kita lebih suka membicarakan kegagalan yang menyakitkan daripada keberhasilan yang memulihkan hidup. Bisnis minyak yang merusak perut bumi, mendapatkan porsi yang lebih besar, ketimbang sukses seorang anak papua yang menjadi juara olimpiade matematika.

Kita tidak harus mengeluh dalam kepedihan, tetapi selayaknya bersukacita dalam pengharapan, iman dan kasih. Kita tidak menjadi orang yang pesimis tetapi sebaliknya memiliki optimisme besar. Kasih Allah mendorong kita berempati terhadap duka dan luka hidup, tetapi bergembira untuk menyaksikan
pemulihan. Dunia dan banyak orang bertanya dimanakah Tuhan, ketika ada penderitaan ? ketika ada anak-anak yang nyawanya di renggut, penyakit kanker tak kunjung terobati, perkawinan hancur …. dimanakah Tuhan, dimanakah kasih-Nya ? dunia menawarkan jalan menuju kebahagiaan, tetapi tawaran itu hanya sementara, tidak membuat kita terlepas dari penderitaan yang sesungguhnya.

Kasih Allah yang berdiam dalam kita adalah kekuatan besar yang dapat kita miliki. Kekuatan kasih itulah yang membawa kita pada pengharapan bahwa hidup ini tidak hanya ruang bagi kisah pahit dan derita, tetapi selalu tersedia pemulihan demi pemulihan. Orang yang berpengharapan, selalu memiliki iman yang di dalam keselamatan. Ia tidak beriman pada sesuatu yang lemah, yang tak berdaya, tetapi imannya melekat pada Kristus, yang menyelamatkan. Kasih Kristus di dalam kita, selalu menjadi kekuatan besar untk membuat hidup ini terus menerus melahirkan kisah-kisah hidup yang menggetarkanjiwa, membangkitkan semangat, dan membawa kegembiraan. Jika hari ini, kita telah lalui dengan berbagai kisah yang tertulis dalam buku kehidupan kita, marl bersyukur bahwa kasih Allah telah membuat kita memiliki pengharapan dan membaginya dengan orang di sekitar kita, dari situlah kita terus bertumbuh dalam iman.

GB.52 : 2
Doa : (Tuhan, jadikan hidup kami penuh rasa syukur, karena hari ini kami hidup dalam kasih, pengharapan dan iman oleh-Mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *