Sabtu, 12 Agustus 2017 – Renungan Pagi

“DARI CINTA MENJADI BENCI”

Sejak hari Gibea engkau telah berdosa, hai Israel (ay.9)

Hosea 10 : 9-11
MINGGU IX SES. PENTAKOSTA
SABTU, 12 AGUSTUS 2017
RENUNGAN PAGI
KJ.402 : 1,2-Berdoa

Dari manakah datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Dari manakah datangnya benci? Ketika yang terkasih mendua hati. Demikianlah ungkapan yang sering kita dengar dalam kehidupan seharilhari. Cinta akan bertumbuh dan berseri jika kedua belah pihak sama-sama saling mengerti. Sebaliknya, cinta akan sirna dan pergi jika salah satu dan/atau kedua belah pihak tidak lagi saling peduli.

Inilah yang terjadi antara Allah dan bangsa Israel. Allah pernah jatuh hati terhadap Efraim (Israel Utara) dan Yehuda (Israel Selatan). Keduanya dipilih Allah sebagai umat terkasih yang diberkati dan dilindungi. Akan tetapi cinta Allah itu berubah menjadl benci. Ia benci kepada sikap Efraim yang tidak setia dan tinggi hati. Di Gibea, Efraim berkumpul untuk memberi persembahan kepada ilah asing yang buta, bisu dan tidak berkuasa. Karena itu, Allah sendiri akan menggerakkan bangsa-bangsa lain ke Gibea untuk menghajar Israel atas dosa mereka. Demikianlah bangsa-bangsa lain menjadi alat di tangan Tuhan untuk mendidik umat-Nya tentang arti cinta dan kesetiaan. Cinta kepada Allah haruslah konkrit dan konsisten. Misalnya: tekun berdoa dan membaca Alkitab, memberi persembahan, terlibat dalam pelayanan, bersaksi melalui kerja dan karya, mengasihi sesama, berlaku adil dan benar, melawan diskriminasi dan penindasan, dsb.

Cinta yang demikian tidak hanya menyenangkan hati Allah tetapi juga berdampak bagi sesama dan dunia. Kualitas cinta seperti inilah yang dapat membawa perubahan seperti yang Yesus teladankan kepada kita, murid-murid-Nya!

KJ.402 : 3,4
Doa : (Ya Roh Kudus, mampukanlah kami untuk mencintai Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *