Kamis, 10 Agustus 2017 – Renungan Pagi

“HILANGNYA SUKACITA”

Janganlah bersukacita, hai Israel! Janganlah bersorak-sorak (ay.1)

Hosea 9 : 1-6
MINGGU lX SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 10 AGUSTUS 2017
RENUNGAN PAGI
KJ. 8 : 1,2-Berdoa

Banyak hal di dunia ini yang dapat membuat kita kehilangan sukacita. Salah satunya adalah teguran dan hukuman. Mengapa? Tentu saja karena teguran dan hukuman dapat membuat kita malu bahkan terluka. Mari kita jujur. Siapa yang suka ditegur apalagi dihukum? Tidak ada bukan?! Ya, itulah manusia.

Manusia memang sukar mengakui kesalahan dan selalu menganggap dirinya benar. Bahkan tidakjarang, manusia masih juga tidak sadar apalagi jera terhadap dosa yang sudah diperbuatnya kendati Allah telah menggunakan berbagai cara untuk menegur dan menghukumnya. Dalam bacaan Alkitab pagi ini. Nabi Hosea menyampaikan teguran dan hukuman yang keras bagi bangsa Israel. Menurut Hosea, sukacita Israel akan dihapuskan oleh Allah. Mereka tidak akan lagi merasakan sukacita karena kelimpahan pangan yakni anggur dan gandum (ay. 2). Mereka juga tidak akan bisa lagi menikmati korban bakaran di bait Allah pada hari-hari raya (ay. 4). Kekayaan mereka pun akan hilang karena dijarah (ay. 6c).

Demikianlah Allah mengambil sukacita atas kehidupan Israel karena dosa penyembahan berhala yang diperbuatnya (ay. 1b). Lantas apa yang harus Israel lakukan supaya sukacita kembali dalam hidup mereka? Bertobat! Itulah satu-satunya pilihan.Tidak ada sukacita tanpa pertobatan. Sukacita sejati adalah anugerah Allah bagi mereka yang dikasihi dan mengasihi-Nya. Sukacita Allah beda dengan yang dunia tawarkan. Sukacita Allah memampukan kita untuk tetap tenang dan bersyukur kepada-Nya walaupun jalan hidup kita penuh kabut yang pekat. Bersama Tuhan selalu ada sukacita!

KJ.8 : 6
Doa: (Ya Roh Kudus, mampukanlah kami bersukacita senantiasa di dalam Tuhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *