Selasa, 8 Agustus 2017 – Renungan Pagi

“MEMBUJUK DI LEMBAH KESUSAHAN”

“Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, ..(ay.13)

Hosea 2 : 13-14
MINGGU IX SES. PENTAKOSTA
SELASA, 8 AGUSTUS 2017
RENUNGAN PAGI
KJ.382 : 1,2-Berdoa

Membujuk orang yang sedang marah bukanlah perkara mudah, mesklpun orang itu sesungguhnya adalah pihak yang bersalah. Diperlukan pendekatan dan cara yang tepat supaya orang yang marah itu dapat menyadari kekeliruannya dan mau berubah.

Situasi irilah yang terjadi dalam relasi Allah dengan Israel, umat pilihar yang dikasihi-Nya. Israel telah mendua hati dengan beribadah kiepada dewa-dewi asing. Meski telah diperingatkan berkali-kali, namun Israel tidak kunjung menyadari bahwa perbuatannya adalah dosa yang tidak terperi. Maka Allah pun menghukum Israel dengan membiarkannya tertawan oleh tangan bangsa aslng dan di negeri mereka. Kini hidup Israel penuh dengan derita. Mereka kecewa dan marah kepada Allah. Mereka merasa ditinggalkan dan biarkan. Benarkah demikian? Tentu saja tidak. Melalui nabi Hosea, Allah berkata bahwa la sendiri akan membujuk Israel dan menenangkan hatinya seperti yang dahulu pernah dilakukan-Nya terhadap nenek moyang mereka. Hukuman yang dllbaratkan seperti “padang gurun” dan “lembah Akhor” (lbr. kesusahan) akan menjadi sarana Allah membentuk iman dan menumbuhkan kasih mereka kembali kepada-Nya.

Demiklanlah hukumap dipakai Allah bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk mendidik umat-Nya kepada kebenaran. Tidakkah itu yang terjadi di dalam kehidupan kita? Kesukaran dan penderitaan dapat membuat kita semakin mendekat serta merasakan kebaikan dan penyertaan Allah? Mengapa demikian? Tentu saja karena Allah turut bekerja didalamnya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, anak-anak-Nya, yang bersedia dididik, dibentuk dan dibaharui seturut dengan cara-Nya!

KJ. 382 : 3,4
Doa : (Ya Roh Kudus,vaj:arIah kami mengerti didikan Allah melalui pergumulan dan penderitaan yang terjadi saat ini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *