Jumat, 4 Agustus 2017 – Renungan Malam

PELAYANAN YANG BERKELANJUTAN

Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah. (ay.14)

Titus 3 : 12-14
MINGGU VIII SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 4 AGUSTUS 2017
RENUNGAN MALAM
GB.12 : 1,2-Berdoa

Pergantian seorang pemimpin di gereja kerap kali disertai dengan perubahan kebijakan, yang dapat membuat umat bingung. Mengapa hal ini bisa terjadi di-tempat-tempat tertentu? Penyebabnya adalah semua pemimpin mempunyai visi dan misi sendiri (selain visi dan misi gereja), jika visi dan misi ini dikuasai dengan “ego” yang tinggi maka tidak akan terjadi kepemimpinan yang berkesinambungan. ltulah sebabnya “kerendahan hati” sangat dibutuhkan agar hal-hal positif yang pernah ada sebelumnya dapat berlanjut.

Kerendahan hati mutlak diperlukan bagi seorang pelayan. Tuhan Yesus sendiri sebagai Kepala Gereja memberikan keteladanan dalam melayani, mengambil rupa seorang hambabagi keselamatan umat-Nya (Fil 2:1-11). Sebagai seorang pemimpin umat, Titus tidak hanya dibutuhkan di Kreta, karena itu ada waktu dimana Titus harus pergi dari Kreta dan menyerahkan pelayanan kepada penggantinya (ayat 12). Menjelang masa akhir pelayanannya Paulus mengharapkan agar Titus dapat memaksimalkan karyanya dengan membantu Zenas dan Apolos (ayat 13), juga melakukan regenerasi dalam mempersiapkan umat bagi kehadiran pemimpin yang baru agar dapat tercipta pelayanan yang berkesinambungan dan berbuahkan berkat (ayat 14).

Seorang pelayan tidaklah mungkin melakukan segala sesuatunya seorang diri dan selamanya ada waktu dalam hidup ini untuk memasuki purna tugas dalam medan pelayanan. Dengan kerendahan hati seorang pelayan akan mampu memberi tempat bagi yang lain untuk berkarya bersama dan mempersiapkan generasi yang baru di masa yang akan datang. Kalau ini terjadi maka pelayanan yang dilakukan akan berkelanjutan dan senantiasa berbuahkan berkat bagi kemuliaan Allah.

GB 341 : 1,2
Doa : (Ya Tuhan anugerahkanlah kerendahan hati dan kebesaran hati agar kami dapat berkarya bersama bagi kemuliaan-Mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *