“DIBEBASKAN DARI PRASANGKA”

MINGGU IV ses. PENTAKOSTA
SENIN, 3 JULI 2017
Renungan Malam
GB.235:1-Berdoa
Kisah Para Rasul 9:10-19
orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku (ay.15)

Saya dan rekan-rekan di Pusat Studi Pendidikan dan Perdamaian Universitas Knsten Duta Wacana Yogyakarta tidak pernah menyangka bahwa Laskar Mujahidin di Solo mau belajar pengelolaan konflik untuk perdamaian. Pikiran kami dipengaruhi oleh apa yang kami ketahui tentang sikap intoleran mereka kepada orang-orang Kristen di Solo. Namun kami keliru. Anggota-anggota Laskar Mujahidin Solo sekarang mau belajar tentang perdamaian, dan itu mereka tunjukkan melalui perubahan sikap mereka. Tidak mudah juga bagi mereka untuk
mengubah sikap mereka. Tetapi mereka bisa. Bahkan bersama-sama dengan teman-teman Kristen mereka pergi ke Aceh untuk bekerja sama membantu para korban tsunami di Aceh.

Ananias juga memiliki prasangka yang sama ketika dia diminta untuk pergi menemui Saulus. Dia melakukan banyak kejahatan. Dia memiliki kuasa dari para imam untuk menangkap para pengikut Kristus. ltulah alasan-alasan yang diberikan Ananias sebagai cara untuk menolak memenuhi perintah Tuhan supaya dia pergi menemui Saulus. Tetapi semua itu hanya pikiran Ananias, dan itupun hanya didengar dari banyak orang. Tetapi Tuhan mengatakan kepada Ananias bahwa Saulus yang sekarang berbeda dengan Saulus yang dulu. Dia akan menjadi “a|at pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel” (ay.15). Lagi pula Ananias harus pergi bertemu dan berelasi dengan Paulus, bukan karena kata orang, tetapi berdasarkan pengalamannya bersama Saulus.

Manusia bisa berubah. Jadi jangan hanya melihat masa lalunya saja. apalagi masa lalu yang buruk. Kita harus belajar untuk keluar dari prasangka-prasangka kita dalam berelasi dengan orang lain. Janganlah melihat orang lain hanya karena kata si A atau si B. Berelasilah dengannya agar kita bisa terbebas dari prasangka kita. Karena itu marilah kita memulai hari ini dengan membebaskan pikiran kita dari berprasangka tentang orang lain. Sebaliknya mari berusaha menemukan yang baik dalam diri sesama kitadan membangun relasi yang baik dan melakukan hal-hal baik dengannya.

GB.235:2
Doa : (Ya Tuhan, ajarkan kami untuk tidak terus melihat keburukan dalam diri orang lain, tetapi menemukan rencana Tuhan bagi mereka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *