“ATURAN YANG MEMBATASI RELASI”

MINGGU IV SES. PENTAKOSTA ”
SELASA, 4 JULI 2017
Renungan Malam
GB.50:1-Berdoa
Kisah Para Rasul 10:9-18
Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. (ay.17a)

Berpegang pada aturan dan kebiasaan yang ada dalam masyarakat adalah hal yang baik. Apalagi jika aturan dan kebiasaan itu sudah diberlakukan sejak turun-temurun. Tetapi kita harus ingat bahwa tidak ada aturan atau kebiasaan yang tidak bisa berubah. Bahkan aturan dalam gereja pun bisa mengalami perubahan. Tata Gereja GPIB misalnya telah mengalami perubahan beberapa kali sejak GPIB didirikan tahun 1948. Tetapi yang penting dipikirkan adalah mengapa aturan atau kebiasaan itu harus berubah.

Salah satujawaban mengapa aturan atau kebiasaan perlu diubah dapat ditemukan dalam bacaan Alkitab malam ini. Ketika diminta untuk menyembelih dan memakan binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung, Petrus dengan tegas mengatakan: “T|dak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.” (ay.14). Sikap ini memperlihatkan bahwa Petrus masih tetap berpegang pada hukum taurat. Tetapi Allah ingin agar Petrus memikirkan ulang sikapnya ini. Perintah untuk menyembelih dan memakan binatang yang haram dipakai Allah untuk mengubah sikap Petrus terhadap aturan yang ada. Karena sikap terhadap yang halal dan haram ini juga berkaitan dengan relasi antar manusia. Petrus baru memahami mengapa dia harus mengubah sikapnya itu melalui perjumpaannya dengan Kornelius. Jlka dia tetap berpegang pada aturan tersebut maka dia tidak akan menemui Kornelius yang bukan orang Yahudi. Jadi Petrus harus mengubah ketegasan sikapnya terhadap aturan atau kebiasaan yang ada agar dia bisa berelasi dengan baik dengan orang lain.

Orang Kristen dan gereja juga kadang mempunyai aturan atau kebiasaan tentang dengan siapa kita harus berelasi. Aturan tentang siapa yang harus dilayani atau diberi bantuan diakonia. Aturan berkaitan dengan pola pikir yang sudah lama ada dalam diri kita atau gereja. Aturan atau kebiasaan ini membuat relasi dan pelayanan kita kepada orang Iain sering terbatas. Karena itu sebelum kita beristirahal, marl pikirkan kemball aturan atau kebiasaan kita dan juga gereja yang membatasi relasi dan pelayanan kita. Ubahlah aturan
yang ada demi relasi dan pelayanan yang balk antar sesama.

GB.50:2
Doa : (Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu melihat apakah kebiasaan dan cara hidup kami sesuai dengan kehendakmu ataukah tidak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *