“BERSIKAP TOLERAN”

MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
RABU 5 JULI 2017
Renungan Malam
GB.285:1-Berdoa
Kisah Para Rasul 10:25-33
…tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. (ay.28b)

Masa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beberapa bulan yang lalu memperlihatkan bahwa tidak mudah bersikap toleran kepada orang lain. Orang dari agama yang satu tanpa merasa bersalah menyebut orang beragama lain sebagai kafir. lsu-isu agama dipakai untuk membangun kebencian terhadap kelompok yang lain. Ajaran agama tidak dipakai untuk membangun relasi yang baik dengan orang lain melainkan untuk membuat perbedaan dan membuat jarak dengan orang lain.

Untuk itu perlu kita belajar saat ini dari relasi Petrus dan Kornelius. Ajaran Yahudi dengan tegas melarang orang Yahudi untuk tidak bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka (ay.27). Orang Yahudi bahkan menganggap orang yang bukan Yahudi sebagai najis atau tidak tahir. Tetapi Petrus dengan tegas mengatakan bahwa Allah tidak menginginkan sikap yang tidak toleran seperti itu. Allah tidak ingin orang lain dianggap najis atau tidak tahir. Allah ingin agar orang yang berbeda kepercayaan sekalipun harus saling menghargai dan bersahabat dengan baik. Kornelius juga adalah orang yang bersikap terbuka dan toleran kepada orang Iain di luar kelompoknya sendiri. Dia bahkan mengundang dan memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya untuk bertemu dengan Petrus dan belajar dari Petrus tentang apa yang dikehendaki Allah bagi mereka.

lnilah cara hidup dimana Gereja dan orang Kristen harus membangun dan berelasi dengan orang yang beragama lain, maupun yang berbeda suku, ras atau warna kulit. Kalau Allah memandang semua orang sama dan mencintai semua orang dengan cara yang sama, mengapa kita sebagai anak-anak Allah memiliki sikap yang berbeda? Untuk itu marllah kita membangun sikap toleran, serta tidak membatasi relasi dan pelayanan kita kepada orang lain.

GB. 285 : 2
Doa : (Ya Kristus, ajarlah kami untuk toleran dan menghargai orang lain, agar kami hidup satu di hadapan-Mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *