“LAKUKAN YANG BENAR”

“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” (ay.19)

Roma 7 : 13-20
MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
JUMAT, 23 JUNI 2017
RENUNGAN MALAM
KJ. 406 : 1-Berdoa

Suatu hal yang wajar jlka kita melihat orang yang melakukan kesalahan karena dia belum mengetahui aturan yang benar. Tetapi hal yang tidak wajar adalah ketika seseorang yang sudah mengerti aturan namun tetap melakukan tindakan yang melanggar aturan tersebut. lbarat kata sama seperti orang yang sudah tahu kehendak Allah namun, tetap melakukan tindakan yang melanggar kehendak-Nya. Realita inilah yang hendak digambarkan oleh rasul Paulus yang akan selalu ada dalam kehidupan semua manusia. Bahkan Rasul Paulus memberikan contoh dirinya sendiri mengalami situasi dimana ia mengetahui yang baik namun dapat melakukan hal yang jahat.

Rasul Paulus menggambarkan dengan jelas bahwa di dalam tubuh manusia tidak ada sesuatu yang baik, dan hal ini yang seringkali membuat manusia sulit untuk melakukan kebaikan meskipun mereka tahu yang baik. Bahkan Calvin menjelaskan bahwa meskipun manusia tidak kehilangan peta teladan Allah; namun peta teladan Allah itu telah rusak akibat dosa. Akibat hal inilah manusia cenderung melakukan hal jahat. Perenungan bagi kita sebagal pribadi yang telah menerlma anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus dan telah mengetahui kebenaran Allah, sudahkah kita mewujudkan kebenaran Allah dalam perilaku hidup kita? Atau kebenaran Allah yang kita ketahui hanya sebatas kita jadikan pengetahuan dan perkataan?

Malam ini mari katakan dalam doa kepada Allah “Selidiki aku, lihat hatiku apakahku sungguh mengasihi Yesus dalam tindakan nyata?” Mari kita mengintrospeksi diri masing-masing. Mari nyatakan kebenaran Allah tidak hanya dalam perkataan tapi juga dalam tindakan nyata di setiap aktivitas kerja layan kita. Karena itulah wujud nyata ibadah yang sejati.

KJ.414
Doa : (Kristus Juruselamat kami, bimbing kami untuk tidak hanya tahu kebenaran-mu tetapi juga berani melakukannya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *