“SELESAIKAN SECARA KEKELUARGAAN”

Apakah ada seseorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang yang kudus?” (ay.1)

1 Korintus 6 : 1-11
MINGGU TRINITAS
SABTU, 17 JUNI 2017
RENUNGAN PAGI
GB.287 : 1,2-Berdoa

Selesaikanlah secara kekeluargaan, demikian pernyataan yang kerapkali kita dengar ataupun ucapkan ketika ada persoalan yang timbul di antara persekutuan kita ataupun di tengah masyarakat. Tujuannya adalah agar mereka yang terlibat dalam perselisihan itu dapat menyelesaikannya secara bersama-sama dengan mufakat tanpa melibatkan orang/lembaga Iain (seperti kepolisian atau pengadilan).

Saudaraku, bagi orang Yahudi adalah pantang untuk mengadukan perkara mereka ke pengadilan-pengadilan orang bukan Yahudi, bukan karena pengadilan itu buruk, namun karena bagi mereka itu berarti sebuah pengakuan bahwa mereka tidak mampu menjalankan hukum-hukum mereka sendiri. Oleh karena itu mereka memiliki yang disebut dengan sanhendrin/mahkamah agama.

Paulus, yang adalah orang Yahudi mengungkapkan pemikiran yang senada dengan apa yang berlaku bagi orang Yahudi terkait dengan pengaduan perkara. Ia mengkritisi kecenderungan yang terjadi di antara anggota Jemaat ketika timbul persoalan/perselisihan di antara mereka. Kecenderungan yang dimaksud adalah bukannya menyelesaikan persoalan itu bersama-sama dalam persekutuan Jemaat, malah membawanya ke pengadilan. Menurut Paulus, anggota Jemaat di Korintus seharusnya mampu menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang terjadi di antara mereka sendiri agar persoalan tidak meluas dan menjadi “konsumsi” masyarakat Iuar persekutuan yang tentu saja akan memberikan kesan/kesaksian yang kurang baik bagi masyarakat sekitar.

Saudaraku, mengawali akhir pekan kita, perenungan pagi ini mengajak kita untuk dapat lebih bijak dalam menghadapi timbulnya persoalan di tengah persekutuan. Jangan membesar-besarkan sebuah masalah, selesaikan dengan mufakat sehingga tidak terjadi perpecahan yang akan membawa dampak yang buruk dalam hubungan antar anggota persekutuan dan pasti menjadi kesaksian yang buruk bagi mereka yang berada di Iuar persekutuan.

Selamat berakhir pekan dan mempersiapkan diri untuk bersekutu bersama saudara sepersekutuan.

GB.287 : 3
Doa : (Tuhan, tolonglah anak-anak-Mu agar dapat menciptakan persekutuan yang saling menopang satu dengan yang lain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *