“HASIL AKHIR DI TANGAN TUHAN”

MINGGU TRINITAS
RABU, 14 JUNI 2017
Renungan Pagi
KJ.259 : 1,2 -Berdoa
1 Korintus 3:1-9
“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan” (ay.6)

Dalam sebuah kesempatan bercerita, seorang guru sekolah minggu menunjuk sebuah tanaman yang sedang berbunga bertanya kepada murid-muridnya, “Siapa yang menumbuhkan bunga cantik ini?” Seorang anak laki-lakl dengan cepat menjawab, “Allah!” Sang guru merasa puas dengan jawaban itu, tetapi belum sempat Ia berkomentar, seorang anak laki-laki yang lain menyahut, “Tapi tentunya juga karena diberi pupuk!”. Dari kisah ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah yang Maha Kuasa itu berkenan melibatkan manusia dengan kemampuan/talenta yang dimilikinya untuk berkontribusi dalam karya yang dikerjakan Allah.

Ketlka menjawab salah satu persoalan yang ada di Jemaat Korintus terkait dengan pertentangan antara 2 kelompok yang menamakan diri “golongan Paulus” dan “golongan Apolos”, Paulus mengingatkan mereka akan 2 hal yang penting, yaitu:
1. Iri hati dan perselislhan adalah 2 (dua) hal yang berbahaya dalam persekutuan karena dapat menimbulkan pertentangan bahkan perpecahan yang tentu saja itu bukan ciri dari orang percaya yang telah dewasa dalam iman. Mereka yang memiliki iman yang dewasa pasti dapat menghargai perbedaan pemikiran dan berupaya untuk menemukan hal yang positif untuk kemajuan bersama.
2. Baik Paulus maupun Apolos adalah “para pekerja” yang dipakai Tuhan untuk membentuk dan membina persekutuan umat Tuhan, dan pada akhirnya Tuhanlah yang berkarya memberi “pertumbuhan” dalam Jemaat.

Saudaraku, sebagai bagian dari sebuah persekutuan, kita tentu memiliki peran dalam membangun kehidupan persekutuan. Apakah sebagai presbiter, pengurus pelkat atau komisi, pelayan PA/PT, atau sebagai anggota jemaat, masing-masing kita hendaknya dapat menjalankan peran kita dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kesungguhan hati untuk kemajuan persekutuan dan Tuhanlah yang akan
menumbuhkan kehidupan persekutuan kita.

KJ. 259 : 3,4
Doa : (Tuhan Yesus, aku hanya alat di tangan-Mu. Pakailah aku seturut dengan kehendak-Mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *