“HIDUPKU KESAKSIANKU”

“sebab siapakah yang menganggap engkau begilu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (ay-7)

1 Korintus 4 : 6-21
MINGGU TRINITAS
KAMIS, 15 JUNI 2017
RENUNGAN MALAM
KJ.466a : 1,2-Berdoa

Di tengah sebuah padang ada sebuah kolam dengan sekumpulan katak. Satu diantaranya bernama Kenthus. Dia memiliki tubuh yang lebih besar dan kuat dari teman-temannya dan itu membuatnya menjadi sangat sombong. Suatu hari, seekor anak Iembu bermain dekat tempat Kenthus berada. la bermain dengan girang sambil sesekali meminum air di kolam dan tanpa sengaja lidahnya mengenai Kenthus. Kenthus sangat jengkel dan karena ingin terlihat hebat, dengan lantang dia berkata kepada teman-temannya bahwa ia bisa lebih besar dari anak Iembu itu. Lalu mulailah ia menggembungkan perutnya menjadi lebih besar. Teman-teman Kenthus sengaja “memanasinya” karena ingin memberi pelajaran pada Kenthus. Melihat itu, kakak Kenthus memperingatkannya untuk menghentikan perbuatannya karena sangat membahayakan dirinya. Untung saja, Kenthus menghentikan perbuatannya, jika tidak dia bisa celaka.

Saudaraku, pelajaran bagi kita bahwa kesombongan dapat merusak bahkan menghancurkan kehidupan kita. Paulus dalam perikop ini mengingatkan Jemaat Korintus untuk tidak sombong karena memiliki berbagai karunia. Paulus mengingatkan untuk memiliki sikap rendah hati seperti yang dipraktekkannya bersama rekan-rekan sepelayanannya. Paulus mengingatkan bahwa berbagai karunia dan kelebihan yang mereka miliki adalah pemberian Allah dan karena itu tidak pada tempatnya, mereka menyombongkan diri. Paulus memperlihatkan bagaimana ia dan teman-temannya menjalani dengan taat pelayanan mereka walau diperhadapkan pada berbagai situasi yang tidak menyenangkan karena menurut Paulus semua terjadi atas kehendak Allah.

Saudaraku, memasuki istirahat malam ini, mari mensyukuri setiap keberhasilan sebagai anugerah Tuhan dan setiap pergumulan sebagai kesempatan menyaksikan kebaikan Tuhan. Miliki sikap rendah hati dan ketaatan pada Tuhan walau banyak rintangan karena itulah cara kita bersaksi pada sesama.

KJ.466a : 3
Doa : (Tuhan Yesus, mampukan diriku untuk bersikap rendah hati dan jadikan hidupku berkat bagi sesama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *