BERPIKIR POSITIF DALAM BERBAGAI SITUASI

MINGGU TRINITAS
SENIN, 12 JUNI 2017
Renungan Pagi
KJ.450 : 1 ,2-Berdoa

Efesus 3:1-6
Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus
untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah (ay.1)

Pagi saudaraku! Ada 2 gelas yang diisi dengan air putih setengah gelas. Kedua gelas itu diamati oleh 2 orang yang berbeda. Airnya sama banyak, yang membedakan adalah cara mereka melihatnya. Si A melihat dari “kacamata negatif ” bahwa gelas itu setengah kosong sedangkan si B melihat dari “kacamata postif” bahwa gelas itu setengah penuh. Kedua cara pandang itu pasti punya dampak yang berbeda yang satu akan berpikir air itu kurang, sedang yang satu akan melanjutkan usahanya untuk membuat gelas terisi penuh. Berpikir postif akan mempengaruhi cara kita melihat persoalan.

Paulus, tokoh dalam perenungan pagi ini ternyata adalah seorang yang seialu berpikir positif. Kenyataan bahwa dia sedang dipenjara dan menunggu peradiiannya tidak membuatnya kecewa. Mengawali bacaan kita ia menulis “Itu/ah sebabnya aku ini, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal A//ah” (ayat 1). Penyataan ini memperlihatkan bahwa bagi Paulus pemenjaraan dirinya adalah konsekuensi dari karya pelayanan bagi orang non Yahudi yang dipercayakan Tuhan Yesus kepadanya. Tidak tampak sama sekali ungkapan penyesalan akan pemenjaraan dirinya bahkan dalam ayat 2-6 Paulus melanjutkan tulisannya dengan me ngungkapkan berita sukacita dari Allah yaitu bahwa mereka yang non Yahudi juga adalah “ahli waris”, “anggota tubuh” dan “peserta” dalam janji keselamatan yang dikerjakan Yesus Kristus. Dia tidak fokus dengan keberadaan diri, namun dia fokus pada karya pelayanan yang harus terus berlangsung walau dia sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.

Saudaraku, belajar dari Paulus, mari berpikir positif dalam setiap tantangan hidup dan kita akan merasakan kekuatan dari Allah untuk tetap berkarya.

KJ.450: 3,4
Doa : (Tuhan Yesus, trimakasih untuk semua berkat-Mu dalam hidupku baik berbagai hal yang baik maupun dalam berbagai hal yang membuatku sedih. Biarlah dalam setiap pengalaman iman itu dapat menjadi berkat bagi sesama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *