Kamis, 8 Juni 2017 – Renungan Pagi

“MENANGGAPI TEGURAN TUHAN”

….dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di hadapan mata mereka, seperti seorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan (ay.4b)

Yehezkiel 12 : 1-16
MINGGU PENTAKOSTA
KAMIS, 8 JUNI 2017
RENUNGAN PAGI
KJ 237 : 1-Berdoa
Dalam budaya zaman Yehezkiel, berbagai sanksi diberlakukan bagi orang yang dianggap menyalahi norma. Yang kusta dibawa ke Iembah kusta, yang berzinah dilempar dengan batu sampai mati diluar kota. Yang melanggar prinsip etis dan spiritualitas namun pantang ditegur, akan dipersilahkan mengangkut semua miliknya dan keluar dari komunitas. Ini yang namanya “dibuang” dari masyarakat.

Tuhan Allah memerintahkan nabi Yehezkiel untuk berlaku seperti seorang terbuang yang sangat malu sampai harus menutup mukanya agar tidak dikenal orang. Pesan-Nya jelas. Israel akan malu, sengsara, serta dibuang kalau tidak berbalik dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketika Israel tetap mengeraskan hati, pesan Tuhan menjadi kenyataan. Babel kembali menyerbu; Bait Suci diratakan dengan tanah, Israel dibuang keluar wilayah dan dimasukkan bangsa-bangsa yang Iain untuk menduduki tanah Israel. Betapa akhir yang sangat sedih, kalau Firman Tuhan lewat nabi-Nya diabaikan. Betapa sering kita mengalami bencana karena tidak mau mempertimbangkan nasihat; menjadi sengsara karena melalaikan peringatan. Bahkan orang Kristen sekalipun, jatuh dan binasa karena melalaikan Firman Tuhan.

Dalam masyarakat masa kini, filosofi tentang kehidupan bergeser dari prinsip hidup ke gaya hidup. Prinsip bisa hanya jadi diskusi, tapl gaya langsung dikonsumsi dan diikuti. Orang yang sung berkompetisi dalam gaya, dan tidak mau mempersoalkan prinsip. Tidak aneh kalau dalam model seperti ini, orang mengakui berke-Tuhanan, tanpa beribadah dan praktek kebaikan.

Tuhan membuka lagi hari baru bagi kita. Hadapilah dan selesaikanlah masalah yang ditemui, dengan berpegang pada prinsip dan bukan sekedar ikut gaya. Pertimbangkan Firman Tuhan ketika mengambil keputusan. Kalau ini jadi basis dalam berperi Iaku maka kita pasti akan terhindar dari banyak kesulitan yang sesungguhnya tidak perlu.

KJ. 237 : 2
Doa : (Tuhan, ingatkanlah kami pada kehendak-Mu, setiap kali kami harus mengambil keputusan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *