Rabu, 7 Juni 2017 – Renungan Malam

“MENGHAYATI PIMPINAN TUHAN”

Aku akan memberikan mereka hatl yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hatl yang keras dan memberlkan mereka hati yang taat (ay. 19)

Yehezkiel 11 : 14-25
MINGGU PENTAKOSTA
RABU, 7 JUNI 2017
RENUNGAN MALAM
GB.263 : 1-Berdoa

Hubungan Israel dengan Allah ditandal oleh wibawa khusus dari Tuhan Allah atas umat-Nya. Kalau umat Tuhan melakukan kesalahan, Tuhan menghukum mereka. Sering mereka dibiarkan untuk ditindas bangsa lain. Tetapi -dan ini yang paling penting tidak boleh ada pihak manapun yang memandang diri sebagai yang menentukan nasib umat Tuhan. Kalau ini terjadi maka Tuhan akan bertindak melawan pihak itu untuk merebut kembali kewibawaan Tuhan atas umat-Nya. Ketika Israel menjauh dari Tuhan, maka Tuhan memblarkan mereka jatuh ke tangan Babel dan mengalami kekerasan. Tapi tatkala Babel merasa diri sebagai “yang menentukan hitam-putih” nasib Israel, maka Tuhan Allah bertindak melawan Babel. Hitam-putihnya nasib umat Tuhan ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh kuasa lain manapun.

Ada saat dimana pergumulan datang silih berganti seakan akan tidak ada habisnya. Kita lalu bertanya apakah Tuhan masih memperhatlkan kita atau apakah hitam-putihnya hari-hari kehidupan kita ditentukan oleh kuasa-kuasa dunia ini.

Ambillah pengalaman dari kehidupan yang sudah kita lalui sepanjang hari. Ada peristiwa yang mendatangkan sukacita dan ada peristiwa yang membuat kita mengalami keluh dan gumul. Namun setiap kali kita jatuh, kita tidak dibiarkan tergeletak. Ternyata Tuhan memegang tangan kita dan menegakkan kita kembali untuk berjuang. ltulah cara Tuhan membaharui kembali hidup kita. Kita diampuni, ditebus dan kembali dituntun oleh Tuhan. Malam ini ketika mau mengistirahatkan jasmani kita yang telah telah, pastikan bahwa tidak akan ada kuasa lain manapun yang menentukan hidup kita kecuali Tuhan sendiri. Bahwa Tuhan selalu bersedia membaharui kehidupan kita. Sehingga istirahat kita malam ini adalah untuk menyongsong lajar esok, pemberian Tuhan yang lebih cerah.

GB. 263 : 2
Doa : (Ya Bapa, kedalam tangan-Mu ku serahkan seluruh hidupku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *