HATI-HATI TERHADAP HOAX!

… dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. (ay.3)

1 Yohanes 4 : 1-6
HARI PENTAKOSTA
MINGGU, 4 JUNI 2017
RENUNGAN PAGI
KJ.14 : 1-Berdoa

Daiam era digital dimana komunikasi berkembang begitu hebat dari hari ke hari, setiap saat masyarakat dibanjiri oleh arus berita dari beragam sumber, baik yang benar dan positif maupun yang tidak benar atau “hoax”. Istiiah “hoax” berartisuatu tindakan yang membohongi atau memperdaya orang untuk mempercayai sebuah berita atau informasi palsu, tetapi yang dipercayai sebagai informasi atau berita itu benar dan sungguh-sungguh terjadi. Sehingga sebagian besar pengguna sosial media Iangsung menerima dan percaya tanpa memeriksanya terlebih dahulu, bahkan ikut menyebarkan informasi dan berita palsu tersebut.

Hoax terjadi bukan hanya melalui media sosial (facebook, twitter,dsb) namun juga di media telekomunikasi sepeni BBM, Whatsapp Messenger. Semua digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan “hoax”. Ada yang menjadi bahan tertawaan, tetapi ada pula yang menimbulkan kecemasan/kekuatiran di kalangan masyarakat. Bahkan informasi dan berita “hoax” tersebut menjadi alat provokasi yang melahirkan berbagai persoalan bernuansa SARA, seperti yang pernah terjadi kepada Ahok. Ucapannya diplintir oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang kemudian berujung pada berbagai persoalan berbau SARA yang sangat meresahkan masyarakat kota DKI Jakarta di bulan Oktober – Desember 2016 bahkan sampai di tahun 2017 ini. Pelajaran yang dapat dipetik adalah selalu bersikap waspada terhadap berbagai berita yang beredar di antara masyarakat. Jangan cepat percaya dan selalu berupaya mencari kebenaran informasi atau berita.

Kewaspadaan dan kehati-hatian adalah pesan yang juga disampaikan penulis surat Yohanes. Jemaat perdana menghadapi arus penyesatan yang melanda kehidupan mereka karena muncul nabi-nabi palsu atau antikristus yang penuh semangat menyebarkan berita palsu “hoax.” Mereka tidak mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang telah datang sebagai manusia (ay.2-3). Jemaat diingatkan untuk tetap percaya dan mengakui Yesus Kristus dan meyakini bahwa Roh Allah yang diam di dalam mereka lebih besar dari roh dunia yang diam di dalam nabi-nabi palsu. Bahwajemaat mampu mengalahkan para penyesat.

KJ. 14 : 2
Doa : (Kristus, mampukan kami untu_k mampu melihat kebenaran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *