KASIH TUHAN MENGAWAL ENGKAU

lnilah kasih itu: Bukan kila yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang lelah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (ay. 10)

1 Yohanes 4 : 7-12
HARI PENTAKOSTA
MINGGU, 4JUNI 2017
RENUNGAN MALAM
GB. 214 : 1-Berdoa
Hidup ini ditandai oleh peristiwa yang selalu berganti. Ada saat susah, ada saat senang. Ada saat memberi, ada saat menerima. lni yang namanya keadilan. Tapi konsep keadilan seperti ini tidak bisa kita terapkan pada hubungan manusia dengan Allah. Kita tidak memiliki prestasi apapun yang pantas sehingga Allah mengorbankan diri lewat Yesus Kristus, untuk menyelamatkan manusia dari hutang dosa yang ditagih oleh kuasa kegelapan. Kalau ukuran keadilan umum dipakai, maka kita harus mengakui bahwa Tuhan Allah berlaku tidak adil bagi diri-Nya sendiri demi menyelamatkan manusia.

Karena itu urusan keselamatan dan penebusan kita dari dosa jelas bukan urusan keadilan, melainkan urusan “kasih”, karena kasih Allah mengutus Anak-Nya, karena kasih, Allah berkorban. Ciri khas kasih itu adalah terarah kepada yang lain, dan bukan terarah pada diri sendiri. Kasih itu ditandai dengan kesediaan untuk berkorban bahkan mengorbankan diri sekalipun. Itulah yang dilakukan oleh Allah sebagai bukti kasih-Nya. Dia berkorban bagi kita.

Merenungkan kasih Allah paling tidak menuntun kita pada dua kesadaran. Yang pertama bahwa Tuhan Allah tidak memikirkan diri-Nya sendiri melainkan selalu lebih memikirkan kita. Tuhan Allah selalu ingat pada kita, sekalipun kita tidak selalu ingat – malahan lebih sering melupakan- Tuhan. Bayangkanlah bahwa Tuhan yang sering kita Iupakan itu, ingat pada kita satu per satu, persoalan berikut persoalan. Yang kedua; bukti bahwa Dia selalu mengingat kita, adalah bahwa dia selalu menyertai kita. Dia mengawal kita sepanjang perjalanan kehidupan, sekalipun tidak kelihatan dengan mata jasmani kita. Dia mengawal kita ketika kita memasuki istirahat sepanjang malam ini. Istirahatlah saudara-ku; istirahatlah diriku; Kasih Tuhan mengawal engkau.

GB.214 : 2
Doa : (Bapa, diri ini ku serahkan kedalam tangan kasih-Mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *